Prolog : Mengenai Baca, Tulis, Serta kaitanya dengan Kisah Cinta Muda dan Mudi


Sudah semestinya saya ucapkan Basmallah, Hamdallah serta Solawat untuk mengawali konten blog saya ini. Semoga saja isi-isi blog ini selanjutnya bisa dibaca aja dulu oleh kawan-kawan yang budiman. Kali aja bermanfaat, amin.

Baiklah, diawali dengan nunut Google saya bermaksud untuk belajar menulis. Barangkali nanti benar-benar bisa menulis. Setidaknya bisa lah ya, nulis Uvuvwevwevwe onyetenyevwe ugwemubwem osas, sambil merem tangan di atas terus teriak. Haha bercanda.
Lalu bakalan seperti apa blog ini kedepannya? (FYI, ini saya tanya sendiri, saya jawab sendiri. Biarlah jomblo berimajinasi)

Rencana saya, akan isi blog ini dengan pandangan saya saja terhadap hal-hal yang ingin saya pandang. Juga  tulisan ngawur saya lainnya, yang apabila dibaca tidak akan mendapat pahala, dan apabila tidak dibaca tidak apa-apa. Saya tegaskan lagi, ini baru  rencana bukan janji. Percuma banyak janji, namun tanpa bukti.

Namun, melihat minat baca bangsa ini yang sangat memprihatinkan, apakah ada yang mau membaca tulisan ngawur saya? Entahlah. Yang namanya belajar itu pastinya perlu penilaian. Dan penilaian untuk tulisan, tentunya lewat membaca. Semoga saja ada yang mau membaca, dan memberi masukan serta saran-saran membangun untuk kelangsungan hidup blog ini.

Terkait minat bangsa yang saya katakan memprihatinkan  tadi, saya mengutip dari kompas[dot]com (29/02/2016) intinya, dalam studi “ Most Littered Nation in The World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University, minat baca bangsa Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara. Nyesek kan? Lebih nyesek dari diputusin mantan.

Berbagai cara sudah dilakukan pihak pemerintahan untuk meningkatkan minat baca bangsa ini. Bahkan, baru-baru ini pemerintah mendirikan perpustakaan besar yang menyandang predikat perpustakaan tertinggi didunia. Selain itu, masih banyak daya upaya yang telah direalisasikan.

Sebenarnya minat baca itu kembali ke diri masing-masing individu. Begitupun juga dengan menulis. Adakalanya kita itu malas banget baca, malas banget nulis, malas banget baca  dan nulis nama orang afrika ini uvuvwevwevwe onyetenyevwe ugwemubwem osas (Pasti kebanyakan orang yang dibaca kata terakhir).

Seharusnya itu kita belajar pada muda-mudi bahagia (baca cah cinta. Entah itu cinta monyet, cinta kingkong atau cintang biru whatsapp) yang sedang ngambek-ngambekan. Biasanya si muda akan semangat sekali untuk menulis chat, lalu mengirimkanya ke si mudi, lewat aplikasi pesan online atau SMS biasa. Sementara si mudi Cuma membacanya doang tanpa membalasnya.

“yang............?”
“cie yang lagi ngambek?”
“Pasti gara-gara kemarin gak jadi jalan ya? Maaf ya aku kemarin sibuk”
“Yang, kok nggak di bales”
“Bales dong!”
“Masa Cuma diread doang”
“Yang.....?”
“Aku janji dech minggu depan kita jalan bareng sueeeeerrrrr”

Mendengar kata janji dan juga sumpah serapah dari si muda, sontak si mudi langsung cuss jawab ketus.

“Bohong,,,,, akutu gamau terus diginiiin, kamu terus janji-janji tanpa bukti. Pokoknya aku gamau dengar  kata janji lagi darimu, aku hanya butuh bukti. Titik.”

“Oke oke, aku janji bakalan buktiin”

“Janji ya....!”

“Iya janji”

"^_^"

(Akhirnya mereka hidup bahagia dengan janji-janji tanpa bukti)

Terlepas darii janji si muda bakalan di buktikan beneran atau tidak dan si mudi yang sekali lagi terkena iming-iming ampas si muda, kita dapat mengambil pelajaran, bahwa ketika seseorang sedang jatuh cinta, mood membaca serta menulisnya itu tinggi. Tinggal bagaimana caranya untuk mengarahkan mood membaca dan menulis mereka menuju ke hal-hal yang lebih bermanfaat.

Jadi secara garis besar, kesimpulan dari celotehan saya di atas adalah: pertama, kita harus memulai segala sesuatu yang baik itu dengan suatu yang baik pula. Berdoa misalnya. Kedua, untuk kalian semua demi menyelamatkan bangsa ini dari bencana minimnya minat baca maupun menulis, jatuh cintalah (Yang jomblo sabar saja. Terkait kapan dapat gandengannya, ya sabar saja!). Terakhir, marilah coba membaca dan menulis Uvuvwevwevwe onyetenyevwe ugwemubwem osas secara baik dan benar. Kemudian siapa yang bisa nulis di komentar satu-persatu hurufnya tanpa diputusin orang lain saya BL sampai akar.





11 Responses to "Prolog : Mengenai Baca, Tulis, Serta kaitanya dengan Kisah Cinta Muda dan Mudi"

  1. wah keknya pengalaman ts ini :V

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalah dayaku yang lagi menjomblo mazzz :(

      Hapus
  2. Fokus sama chat si cewe sama cowo. Ahahha. Mereka bahagia selamanya dengan janjintanpa bukti.

    Sama, saya juga lagi membuat minat baca dan menulis meningkat. Semantara hanya bisa buat group kepenulisan diFB. Silahkan jika mau bergabung. Jika ujuan kita sama sepertinya saya akan berterima kasih jika Mas bisa menjadi salah satu pengurusnya. :)

    BalasHapus
  3. Fokus sama chat si cewe sama cowo. Ahahha. Mereka bahagia selamanya dengan janjintanpa bukti.

    Sama, saya juga lagi membuat minat baca dan menulis meningkat. Semantara hanya bisa buat group kepenulisan diFB. Silahkan jika mau bergabung. Jika ujuan kita sama sepertinya saya akan berterima kasih jika Mas bisa menjadi salah satu pengurusnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk.
      .
      Boleh juga kayaknya grubnya mba. Ada link Joinnya gak??

      Hapus
  4. Betul gan, Orang Indonesia ini minat bacanya begitu memprihatinkan. Padahal membaca itu bisa menambah wawasan kita

    BalasHapus
  5. Yang jonesnya gmna nih gan 😑😑😑

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel