Indomie, 14 Februari, dan Kisah Cinta Lembu Sura

“Yoh, kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping. Yaiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi kedung”
0—0
“Wahai (orang-orang) Kediri, suatu saat akan kalian rasakan pembalasanku yang setimpal. Yaitu, Kediri akan menjadi sungai, Blitar menjadi hamparan (semua rata tanah), dan Tulungagung menjadi Kedung (semacam Danau)”
~Lembu Sura~

Jika kita bicara kebiasaan, tentu saja tanggal 14 Februari dikenal sebagai hari makan coklat gratis bagi yang beruntung. Namun bagi sebagian orang, 14 Februari itu hari yang sama seperti yang lain.

“Yang beda itu tanggal 29 Februari, hanya 1 hari dalam 4 tahun” celetuk netizen yang bodoamat soal tanggal 14 Februari. Yang tak lain orang itu adalah saya sendiri.

Namun ada pula, orang yang menganggap perayaan Valentine 14 Februari itu haram, budaya Aseng, Kompeni, Zion, dan lain-lain. Itu terserah mereka, saya disini tidak mau membahasnya. Saya ini tahu apa soal hukum-menghukumi. Selain itu, pasti banyak orang pintar yang sudah membahasnya. Saya apa atuuuuh........ Cuma sedotan ale-ale, yang buat nyoblos tutupnya saja terkadang bengkok.

Namun mari kita sedikit menengok masa lalu saya!

Madiun, 14 Februari 2014. Waktu itu malamnya (masih tanggal 13, pas malam jum’at pula) saya dan teman-teman sekelas—kebetulan waktu itu masih sekolah—selesai makan-makan. Waktu itu kami dalam ruangan.waktu keluar,tiba-tiba saja, pasir-pasir kecil menghujani bumi. Menumpuk semakin banyak seperti salju. “udan awu,” gumamku. Terdengar pula suara gemlegar, seperti guntur. Namun datangnya dari timur. Hujan pasir itu terus turun sampai pagi. Pohon pisang yang tak kuat menahan rasa sakit yang tak berdarah ini, berjatuhan. Sementara jantung mereka diembat santri-santri, dimasak. Memang waktu itu saya nyantri di suatu pondok pesantren.

Paginya, riuh pemberitaan di radio-radio tentang meletusnya gunung Kelud. Pasirnya menyesaki seantero Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah. Pusatnya dari gunung Kelud Blitar. Dari situlah, sumpah Lembu Sura yang dulu sekali pernah diucapnya, auto terngiang again dikalangan masyarakat. Bahkan paska kejadian ini, cerita-cerita tentang  lembu sura ini yang populer [khususnya ditempatku]. Soal serah terima coklat kalah.

Kalian harus tahu, sumpah Lembu Sura ini muncul akibat dari penghianatan. Walaupun banyak versi yang mengisahkan tentang kisah cinta hingga munculnya sumpah Lembu Sura ini, namun semua sama Soal Lembu sura dipendam dalam sumur yang sebenarnya dibuatnya untuk kekasihnya. Dan sebelum raganya terpendam penuh, manusia yang konon berkepala Kerbau dan sakti ini sempat berseru seperti yang tertuliskan di awal artikel ini. Sumur tempat Lembu Sura dipendam ini, dipercaya masyarakat sebagai yang sekarang dinamakan gunung Kelud. Jadi, apabila gunung Kelud meletus, banyak yang beranggapan  ini akibat sumpah Lembu Sura tersebut. Allahu a’lam.

14 Februari bagi banyak kalangan memang hari kasih sayang, namun bagi Lembu Sura ini adalah balasan atas penghianatan dari kasih sayang. menurut sebagian orang tua yang tahu, sumpah Lembu Sura ini bakalan muncul setiap 1 windu sekali. Jadi, bisa saja akan terjadi lagi tahun 2022. Namun, apabila hitungannya berdasarkan hitungan Jawa, bisa lebih cepat lagi.

Ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya memang pedih sob! Tapi bukankah lebih pedih sudah dihianati, ditimbun pula. Rasa sakit zaman now macam apa yang bisa mewakili rasa sakit Lembu Sura dulu? Pacaran sama kamu, nikah sama yang lain. Lewat! Jalan terus, jadian kagak. Lewat! Sering digombalin, tapi tidak dinikahin. tentu juga lewat! Sudahlah kawula muda, problematika yang engkau hadapi tak sepelik yang dihadapi Lembu Sura. Jadi, jangan terus mengeluh!

Sob! Bisajadi yang hari-hari ini seneng bisa ngasih coklat pada kekasihnya, lain kesempatan akan putus. Apalagi yang ngasih coklatnya dari kantong orang tuanya. Termakan gengsi, minta duitnya gak tanggung-tanggung, beli coklatnya juga yang Cungky Bar dan yang mahal-mahal pokoknya. Hidup ini keras sob, masih nurutin gengsi? Lama-lama penyok kamu.

“Jangan gengsi, berat kamu ga akan kuat. Kantong papamu juga gak selamanya terbuka untukmu”
~Dirlan, 50 tahun, pegawai di PT. Cintai Dia Selamanya, Diannya Enggak~

Buat yang budgetnya mepet, Lebih baik, gak usah coba-coba ngasih coklat dech. Kasih saja Indomie misalnya. Yang sederhana-sederhana saja, yang penting tidak merepotkan semua pihak. Walaupun sekedar Indomie, bisa pas serah terimanya dibuat sedikit ngegombal. Biar Doi terpesona.

“Gue kasih Indomie biar apa coba?”

“Biar apa?”

“Biar kamu jadi seleraku”

O.........  Jadi, selama aku gamau makan Indomie akau bukan seleramu? Bukan tipemu? Ga sayang? Bilang aja kalo kamu itu kere! Ga bisa beliin coklat! Gausah sok –sokan! KITA PUTUS!

[FAIL]

Lah....kok jadi kaya gini sih? Hadeeeeeh!

Kekhawatiran saya nanti kalau cinta ditolak, sumpah menyeruak. Ikut-ikutan Lembu Sura. Yakali ikutan-ikutan Lembu Sura, sementara tirakat aja gak pernah, ibadah jarang, gak suka menabung. Terus sumpahnya Cuma di sosial media. Pasang status gaje. Ujung-ujungnya di SS, muncul di timeline @hati2dimedsos. Yang seperti ini, saya yakin gak ada gunanya sama sekali sob!

Ah.......! artikel ini ngaco. mendingan kita makan Indomie!!!

Sengaja backgroundnya bukan Indomie. Biar dibully......he..he!

10 Responses to "Indomie, 14 Februari, dan Kisah Cinta Lembu Sura"

  1. mantap artikelnya, kunjungan dari softkini.blogspot.co.id

    BalasHapus
  2. mantab djiwa..bakat-bakat penulis

    BalasHapus
  3. Mantap artikelnya...saya suka.

    Btw....mudah2an sumpah lembu sura mundur sekian puluh tahun hheee....

    BalasHapus
  4. Hahahahaha.. . Bisssa aja mas nya :p. Eh tapi aku baru tau sejarah lembu sura ini.. Itu mah bukan sakit lg kalo udh dikhianatin trs dipendam :D. Semua cerita putus cintaku mah ga ada apa2nya dibanding ini :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyyaa mba....
      Dipendaamnya dalaam aartian sebenernya lagi......
      Jaadi syedi....

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel