Memperingati Sumpah Pemuda, Merekatkan Nasionalisme Bangsa

ilustrasi
Sumpah pemuda merupakan tonggak persatuan bangsa indonesia, yang pada waktu itu timbul dari keresahan para pemuda nusantara yang ogah terus menerus ditindas kolonialisme Belanda. Atas nama persatuan, mereka bersatu-padu dari seantero Nusantara merumuskan identitas negara supaya kelak bisa dipakai untuk merebut kemerdekaan.

Puluhan tahun setelah kemerdekaan tercapai, khususnya pada hari-hari ini, seiring perkembangan teknologi yang pesat, terjadi polarisasi-polarisasi akibat kepentingan politik, yang menjadikan bangsa ini terkotak-kotak. Hakikat idiologi Pancasila yang semestinya moderat-bersatu-padu, terdistraksi menjadi kiri-kanan, hitam-putih, cebong-kampret, onta-serbet, dan lain-lain.

Nasionalisme para pemuda zaman sekarang ini  juga mulai terkikis. Perkembangan teknologi yang pesat, sedikit banyak memang bermanfaat baik. Namun, juga ada saja dampak buruk yang ditimbulkan. Kemudahan akses informasi menyebabakan mudahnya paham-paham radikal masuk dan perlahan mengikis nasionalisme bangsa, khusunya para pemuda milenial.

Seperti diberitakan tempo.co (20/02/2018) yang mewawancarai Kepala Pusat Penelitian Politik, Adriana Elizabeth. Menurut adriana, radikalisme bisa dengan mudah mengikis bangsa ini, khususnya dari kalangan pemuda tidak lain dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain seperti janji pemenuhan finansial, propaganda politik yang menarik, pemahaman soal penyucian diri, juga etika para elit politik yang buruk yang memicu publik menjadi apatis terhadap demokrasi dan menjadikan radikalisme sebagai jalan alternatif.

Dari semua faktor di atas, semuanya rata-rata berjalan lancar lantaran kemudahan akses internet. Kemudahan akses internet yang tidak diimbangi dengan kematangan emosional menyebabkan mudahnya para anak bangsa ini lalu menjadi radikal, menyeleweng, termakan hasutan dan hoax, serta hilangnya rasa nasionalisme.

Cukup memprihatinkan apabila fenomena ini terus berlanjut. Kendati para pemegang tanggung jawab telah berusaha keras untuk melenyapkan radikalisme dan perpecahan di negeri ini, nyatanya itu tidak cukup.

Di momen peringatan sumpah pemuda ini, selain kita  mengenang dan mengingat para pemuda-pemuda bangsa yang dahulu memperjuangkan tonggak identitas nasional dengan persatuan dan nasionalisme, hendaknya kali ini kita juga berusaha menanamkan semangat juang mereka pada diri kita untuk membantu melenyapkan paham radikal yang mulai mengikis persatuan bangsa, serta merekatkan kembali masyarakat yang mulai terpecah.

Kita sebagai generasi bangsa yang cinta tanah air, cinta pancasila, dan tunduk pada UUD 1945 sebagai induk aturan berbangsa dan bernegara yang digali lewat kucuran keringat, darah, bahkan nyawa juga harus ikut andil mencegah problem bangsa ini sesuai kapasitas kita.

Lalu apa yang bisa kita laukan?


Kapasitas kita sebagai generasi bangsa yang hanya semenjana, bisa dengan berusaha menyuarakan nasionalisme sebagai antitesa dari tindak radikal dan perpecahan. Tidak usah muluk-muluk, mari kita mulai dengan memanfaatkan teknologi saat ini, khusunya media sosial.

Menurut psikolog Ayoe Sutomo, melalui media sosial, saat ini pemuda tidak hanya menggunakan sosial media sebagai wadah bersosialisasi, melainkan juga bisa sebagai wadah untuk menggalakkan nilai-nilai kenegaraan. Misalnya menggunakan media sosial untuk mengkampanyekan seruan nasionalisme.

Mudahnya kita buat tagar  bernada persatuan, kita pilih #kitaindonesiakitasatu misalnya. Tagar yang kita buat itu lalu disebarkan secara masif lewat linimasa sosial media agar bisa viral dan masuk trending. Dengan begitu, diharapkan akan ada lebih banyak orang yang kemudian tahu, lalu tergerak untuk juga menyuarakan nasionalisme. Termasuk para pejabat agar nantinya juga menunjukan perhatiannya.



Kita tahu sebelumnya, bahwa gerakan #2019gantipresiden yang awalnya Cuma seruan dari media sosial, karena digerakkan secara masif sekarang benar-benar terorganisir, kuat, dan solid—sayang ini Cuma milik suatu golongan karena kepentingan politik, yang malah cenderung memecah belah. Berkaca pada hal itu, tidak menutup kemungkinan seruan nasionalisme yang kita galakkan di media sosial lewat tagar #kitaindonesiakitasatu, yang diniatkan untuk menumbuhkan lagi semangat nasionalisme bangsa khususnya bagi kalangan milenial bisa melampaui tagar yang notabene hanya dimiliki segelintir golongan seperti di atas.


Sekali lagi, marilah di hari sumpah pemuda ini selain kita hanya mengenang dan memperingati para pemuda bangsa yang berhasil mempersatukan negeri ini, kita juga harus menumbuhkan semangat mereka dalam diri kita demi persatuan dan nasionalisme yang hari-hari ini mulai terkikkis. Mari serentak kita kampanyekan tagar #kitaindonesiakitasatu di media sosial, khusunya twitter umumnya media sosial lainnya. Kita pasti bisa merekatkan kembali Indonesia kembali satu, tetap satu, dan akan tetap satu.

6 Responses to "Memperingati Sumpah Pemuda, Merekatkan Nasionalisme Bangsa"

  1. Sebetulnya pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa meningkatkan kedewasaan publik sehingga menjadi kritis dalam menggunakan internet. Mungkin tidak hanya dengan menebar informasi positif di dunia maya, namun juga memperkokoh pendidikan di sekolah-sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha ini sabi juga. Bisalah kita kaji sama-sama nanti

      Hapus
  2. Bukan menginginkan perpecahan, hanya saja tak sedikit generasi muda yang tak acuh dengan kondisi persatuan bangsa. Karna itu, oknum-oknum tak bertanggung jawab semakin leluasa mempermainkan kita.

    Sebab itu, kesadaran generasi muda tentang nasionalisme sangat diperlukan dan harus dipupuk serta dijaga terus-menerus sebagai pondasi dan benteng pertahanan menuju Indonesia emas.

    BalasHapus
  3. Memang betul kang, pemuda jaman sekarang berkurang nasionalisme nya. Mungkin karena pengaruh gadget dan sekarang sudah hidup enak, tidak seperti pemuda zaman dahulu pada waktu kemerdekaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener. kemajuan teknologi, secara tidak langsung memperbesar budaya mager

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel