Lebih Mendengarkan Chester Benington, Setelah Ia Mati


Kala itu 20 Juli 2017, saya sudah tidak begitu mengingat seperti apa reaksi saya kala mendengar kabar bahwa Chester Bennington meninggal dunia.  Sebagai seorang yang—sekadar kenal dan terkadang—suka mendengarkan lengkingan-lengkingan suara Chester Bennington dalam bingkai grup musik NU Metal Linkin Park tentu ada rasa sedih yang menyelinap dalam hati. Mengecewakannya lagi, Chester Benington memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tidak semestinya. Ya ia bunuh diri.

Kabar meninggalnya Chester Benington tentu saja menggemparkan publik global-seantero jagat, khusunya para militan Linkin Park Underground (LPU) atau sekadar LPST (Linkin Park Street Team). Bahkan untuk beberapah hari tagar #RipChasterBenington menguasai trending topic worl wide di media sosial Twitter. Publik pun juga menciptakan spekulasi-spekulasi mengapa Chester Bennington bisa mengakhiri hidupnya seperti itu. Ada yang menduga, tindakan bunuh diri yang dilakukan Chester Bennington karena depresi; ada yang menduga ia terpukul akan Chris Cornel—salah satu teman dekatnya—yang sebelumnya juga mati bunuh diri. Apalagi hari bunuh dirinya Chester Bennington bertepatan dengan hari ulang tahun Chris Cornel; ada pula yang menduga, bahwa tindakan Chester Bennington ini ada kaitannya dengan masa lalunya yang kelam.

Untuk diketahui, pada masa kecilnya Chester Bennington ini harus menerima kenyataan menjadi korban bullyan teman-temannya karena posturnya yang pendek, mendapatkan tindak pelecehan seksual kala usianya masih 7 tahun, ditambah orang tuanya yang bercerai membuat ia frustasi dan menjadikannya terjebak penggunaan miras dan obat-obat terlarang.

***
Saya sendiri kenal Linkin Park dari seorang teman sekitar 2012-an lalu. Teman saya ini sejatinya adalah Sevenfoldism (penggemar Avenged Sevenfold) lvl: kolektor dari stafabadd, 4shared, dan situs bajakan lainnya (pada tahun 2012 memang belum usum Spotify, Joox, dll). Sebagai pecinta musik hard core/ hard rock, ternyata ia juga banyak mengoleksi lagu-lagu fusi dari rock lainnya, dan salah satunya adalah Linkin Park.

Rupanya setelah diperdengarkan lagu-lagu Linkin Park, telinga saya langsung in dan hati saya merasa nyaman. Pokoknya lagu-lagu lengkingan Chester Bennington dan Mike Shinoda ini enak. Setelah itulah sedikit banyak saya sering dengarkan lagu-lagu Linkin Park, khususnya yang dari album Minutes To Midnight, ini paling favorit.

Namun, dasar saya ini orang yang tidak bisa konsisten dan preferensi selera musik yang rumit, atau mungkin juga memang jarang mendengarkan musik, Linkin Park dan perkembangannya tidak saya ikuti. Semuanya mengalir begitu saja, tiba-tiba sudah penghujung tahun 2018 saja. Padahal saya tidak punya kesibukan tertentu, selain hidup layaknya Patrick Star (ga ngapa-ngapain).

Soal preferensi musik yang rumit, saya ini tidak bisa pukul rata bahwa musik yang didendangkan suatu penyanyi, atau grup/duo musik akan selalu enak didengar. Sisi baik dari hal ini sih, menjadikan saya tidak militan masuk suatu fandom grub musik. hanya sekadar tahu saja, ngikut-ngikut saja. Misalnya saja saya suka lagu Silent Majority-nya Keyakizaka 46, tetapi tidak mengikuti perkembangan idol berisi dedek-dedek GMZ ini. Atau juga beberapa lagu Jowo, pop Indonesia, Barat, Korea-Koreaan, dan lain-lain.

Mungkin, sikap seperti saya ini  bisa dibilang apatis, tidak teguh pendirian, halah mbell, taek, dan segala macam. Tetapi, memang begini adanya kok, mau gimana lagi?

Toh sikap yang seperti ini malah bisa menjaga saya untuk tidak menjelek-jelekkan suatu fandom atau bahkan yang diidolakan, karena kadung fanatik dengan fandom lainnya.

***
Akhir-akhir ini, entah panggilan dari mana, saya kembali mendengarkan salah satu lagu Linkin Park feturing Kiira yang berjudul Heavy. Lagu ini sebenarnya juga sudah saya dengarkan beberapa waktu lalu sebelum Chester meninggal.

Meresapi bait-bait Heavy, kok saya merasa pesan akan mangkatnya Chester Bennington sudah disampaikan disini. Semakin penasaran, kemudian saya dengarkan semua album One More Light—Heavy masuk dalam track list album ini—tanpa terkecuali.

I'm holding on
Why is everything so heavy?
Holding on
So much more than I can carry
I keep dragging around what's bringing me down
If I just let go, I'd be set free
Holding on
Why is everything so heavy?
(reff. Lagu Heavy)

Dan saya pun menyimpulkan bahwa lagu-lagu dalam album One More Light ini enak-enak walaupun berbeda dengan tema lagu Linkin Park dulu. Chester Bennington sudah tidak lagi banyak bengak-bengok, seolah-olah ia sangat sendu dan melankolis. Tipikal rocknya seakan hilang. Apakah ini semua memang pesan perpisahannya? Ntahlah...

Yang jelas, mendengarkan One More Light, menjadikan saya kembali ke khittah untuk lebih mendengarkan lagi Chester Bennington, bahkan setelah ia mati.

Who cares if one more light goes out?
In a sky of a million stars
It flickers, flickers
Who cares when someone's time runs out?
If a moment is all we are
We're quicker, quicker
Who cares if one more light goes out?
Well I do
Well I do
(Reff. Lagu One More Light—merupakan salah satu lagu dalam album yang berjudul sama)



10 Komentar untuk "Lebih Mendengarkan Chester Benington, Setelah Ia Mati"

  1. Siapa yg menyangka Chester meninggal? 😭
    Dan aku baru tau kalo dulunya,
    dia pernah punya pengalaman pahit.
    Pernah jadi korban pelecehan seksuil.
    He's such an inspiration!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa. chester mendapat perlakuan itu sejak usinya 7 tahun, baru kemudian ketika 13 tahun ia berani spek up. tapi pada akhirnya ia memaafkan pelaku--yang sebenarnya temannya sendiri tapi lebih tua--karena dulu pelaku juga merupakan korban pelecehan. ngeri sih....LGBTQ di sana

      Hapus
  2. Suaranya Chester dipadu dengan konsep musik mike shinoda emang juara.. Kalau suka sama musik yang sedikit rap, bisa coba dengerin fort minor bentukan mike juga.
    Tp emang sih, LP tetap bakal melegenda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. woke syiiip rekomendasinyaa.....
      LP khusunya bersama Chester masih tak tergantikan

      Hapus
  3. Aku juga sedih bgt pas tau Chester meninggal. Kusuka dengerin lagunyaa dr zaman SMP 😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa.... Linkin park tanpa Chester itu kaya hambarr

      Hapus
  4. saya taunya linkin park aja, ga tau siapa vokalisnya... sempat dengar 1,2 lagunya yang terkenal tapi ga tau judulnya T_T, tapi kalai dengar langsung tau kalau itu lagunya linkin park.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin yg jadi soundtracknya fim transformers judulnya New Divide. atau yg terkenal what i've done

      Hapus
  5. saya cuma kenal Lirkin Park..

    lain lain memang saya tidak kenal ketana bukan peminat muzik heavy metal

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang Linkin Park ini termasuk legend sih

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel