Bangkit dari Gubuk

Setelah melewatkan puluhan purnama, akhirnya kesampaian lagi untuk mengisi Blog yang mulai usang dalam usianya yang terbilang belia ini.

Sejatinya saya tidak benar-benar tahu pasti, mengapa Blog ini bisa terbengkalai sementara hidup yang saya jalani juga tidak sibuk-sibuk amat. Belum ada capaian apapun selain hanya capai sendiri tidak melakukan apapun. Rumit!

Dengan kembali ngonten di Blog ini lagi, bisa dikatakan ini adalah sebuah kebangkitan. Ibaratnya seperti bangkit dari tidur siang tentram di gubuk tua di tengah sawah.

Berbekal kulit yang semakin kehitaman ditempa panas, terbakar Matahari; perut yang sudah terisinasi bungkus kering lauk mie; ditemani radio tua yang sedari tadi menggaungkan tembang macapatnya yang diombang-ambing angin sepoi-sepoi; serta badan yang  fit kembali, gawean harus segera kembali dilakoni. Hidup tidak cukup, bila hanya untuk lama bergelayut rebahan.

Sayang kalau Blog ini terbengkalai dan suatu saat domainnya kedaluarsa. Padahal, terakhir saya memperpanjang umur domainnya, harus melewati perjuangan.

Ketika itu saya berada di kampung, hujan deras, serta listrik padam. Muncul notifikasi kalau domain Blog ini akan kedaluarsa dalam beberapa jam kedepan saja. Saat itu hari memang sudah cukup petang.

Berbekal tekad kuat sedikit uang di tabungan, saya menerjang  hujan meminjam mantel milik teman. Menaiki motor bebek gadaian, saya gas menembus hujan menuju ATM terdekat. Bajilak, ternyata ATM terdekat—sekitar 3 km dari rumah—offline, karena listriknya juga padam.

Yaudah, daripada saya pulang nganggur dengan batin kosong, saya teruskan mencari ATM yang berjarak lebih jauh—sekitar 7 km dari rumah. Jalanan kampung yang naik turun, gelap, dan sepi saya lalui begitu saja. Alhamdulillah, akhirnya perpanjangan domain bisa diproses.

Diperjalanan pulang, dibalik hujan dan kilat yang menyala-nyala, batin saya penuh, kantong saya yang kosong. Nggak apalah, setidaknya Blog ini masih eksis sampai sekarang.

Agaknya Blog ini memang sudah menjadi bagian dari diri saya. Sempalan dari diri saya sendiri yang semestinya juga tetap saya isi.

Belum ada Komentar untuk "Bangkit dari Gubuk"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel