Super Kevin/Markus, Sang Raja yang masih Tanpa Mahkota

Sumber: kemenpora.go.id
Saya bisa ikut merasakan betapa mencekam dan dinginya St Jakobshalle, Basel, Swiss, 21 Agustus kemarin kala Kevin/Markus  takluk pada ganda putra Korea Selatan yang bersatus non-unggulan. Raut kecewa pasangan berjuluk The Minions tersebut juga nampak jelas sekali ketika berada di mixed zone yang gambarnya beredar di media sosial pasca pertandingan. Pada waktu itu, yang dirasakan keduanya barangkali adalah hancur.
Telah mengikuti 3 edisi kejuaraan dunia, The Minions memang belum sekalipun mencicipi barang sekeping medali perunggu dari salah satu kejuaraan prestisius ini. Di gelaran kejuaraan dunia sebelumnya, Kevin/Markus hanya bisa mencapai babak perempat final (2017 & 2018).

Kevin Sanjaya sendiri beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan bahwa apabila mereka kalah, dunia sudah serasa kiamat saja. Akan tetapi, ia selalu menikmati prosesnya untuk terus belajar menjadi yang semakin baik lagi.

"Bukan Kevin/Marcus yang harus malu karena gagal memenangkan Kejuaraan Dunia, namun Kejuaraan Dunia yang harus malu karena bukan dimenangkan Kevin/Marcus."

Saya teringat kutipan di atas, dari mas Putra Permata Tegar Idaman,  wartawan yang malang melintang mengikuti perkembangan bulutangkis dalam kolomnya yang dimuat di CNN Indonesia. Saya mengamini apa yang dituliskan Mas Tegar. Gelar juara dunia memang semestinya dimiliki The Minions minimal sekali lah.

Semenjak dipasangkan 2015 lalu hingga saat ini, Kevin Sanjaya/Markus Gideon sudah mengoleksi sebanyak sekitar 20 gelar juara turnamen BWF level atas, satu emas Asian Games, dan gelar-gelar juara lainnya di turnamen BWF level menengah, serta beberapa kali runner up (#CMIIW). 

Dengan Statistik mentereng dan produktifitas seperti diatas, tidak berlebihan bila kemudian Kevin/Markus disebut Raja--terlebih mereka juga terus bercokol di rangking 1 BWF sejak akhir 2017 lalu. Hanya saja, mereka bisa dibilang belum mendapat mahkota raja karena belum memenangkan Kejuaraan Dunia.

Apakah The Minions bisa mendapatkan Mahkotanya?


Saya teringat momen Kevin Sanjaya tak kuasa menahan tangis di atas podium utama, setelah ia dan Marcus Fernaldi Gideon meraih medali emas ganda putra Asian Games 2018.  Diantara lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang berkumandang bertalu-talu, isak Kevin Sanjaya begitu tulus.

Setelah dikonfirmasi banyak media, Kevin Sanjaya tak kuasa menahan air matanya karena telah diberikan mukjizat dan anugerah tuhan untuk menjadi juara Asian Games. Kevin juga mengatakan, bahwa gelar Asian Games yang ia dan Markus dapatkan adalah sebuah pembuktian bahwa mereka juga perkasa di major event. Hal ini juga membungkam pernyataan beberapa pihak yang mengatakan bahwa Kevin/Markus hanya perkasa di edisi BWF Tour saja, sementara di major event melempem, lantaran selalu gagal di kejuaraan dunia.

Sayang memang, sekitar setahun setelah mereka memenangkan emas Asian Games, di major event yang lain, mereka belum bisa meraih hasil yang sama. Emas kejuaraan dunia masih malu-malu barangkali dimiliki The Minions.

Tapi bukan The Minions kalau menyerah begitu saja. Sudah banyak peristiwa suka duka yang menempa mereka menjadi sehebat sekarang. 3 kali gagal di kejuaraan dunia itu tidak akan membuat The Minions kapok. Kevin Sanjaya/Markus Fernaldi Gideon tahu betul cara untuk revans.

Sekitar 3 tahunan yang lalu, sebelum meraih predikat sebagai pebulutangkis nomor 1 dunia, Kevin/Markus hanyalah nomor 2 yang hanya bisa membanyangi si nomor 1, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Dari pasangan asal Denmark tersebutlah, Kevin/Markus belajar banyak untuk tetap gigih dan pantang menyerah.

ketika The Minions sedang berkembang-berkembangnya, Mathias Boe/Carsten Mogensen menghajar Kevin/Markus di semifinal Singapore Open 2017 lalu. Hal tersebut mematahkan rekor 18 kemenangan beruntun The Minions. Tentu ini membuat The Minions hancur, terlebih usai pertandingan Mathias Boe mengatakan kata-kata yang menyinggung Kevin Sanjaya maupun Markus Fernaldi Gideon.

“Terus menjaga Kevin di garis belakang dan memberikan tekanan kepada Marcus. Itulah cara untuk semua negara ketika harus bermain dengan mereka. Tips yang gratis. Berikutnya Anda harus membayar untuk itu." 

Sejak saat itulah, tensi rivalitas dari kedua pasangan selalu panas. Sehingga pertemuan kedua pasangan setelahnya kerap dinamai laga El Clasico-nya bulutangkis. Kevin/Markus yang ingin segera Revans, dan Boe/Mogensen yang harus mempertahankan tahta sebagai nomor 1.

Pada akhirnya, perlahan namun pasti, Kevin/Markus berhasil revans dan membungkam ucapan Mathias Boe. Dengan perkasa, The Minions menekuk ganda putra Denmark tersebut di Final Yonex Japan Open 2017. Minions juara, sekaligus merebut tahta rangking 1 dunia. Minions pun semakin klop. Kevin sebagai play maker kemudian makin piawai di belakang, pun Markus sebagai penyerang juga makin ciamik di depan net--mereka menyatu. Hingga saat ini,  pasca kekalahan di final Japan Open tersebut, Boe/Mogensen belum sekalipun mengalahkan Kevin/Markus lagi. 


Dengan daya juang yang luar biasa seperti yang telah Kevin dan Markus lalui, bukan tidak mungkin apabila kemudian nanti gelar kejuaraan dunia akhirnya akan dimiliki The Minions. Semuanya hanya tinggal waktu.

Semuanya akan terulang


Saat ini memang belum saatnya The Minions menjadi juara dunia. Kisah heroik mereka mengalahkan ego untuk mengambil tahta ganda putra nomor satu dunia pasti akan terulang dalam pencarian mereka akan gelar juara dunia.

Kevin Sanjaya/Markus Fernaldi Gideon usai memenagi All England 2017 di  Birmingham, England (Foto: setkab.go.id)
Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil bukan? mengingat mereka juga bisa mengulang juara All England sebanyak 2 kali berturut-turut, World Tour Final 2 kali berturut-turut, Indonesia Open 2 kali berturut-turut, Japan Open 3 kali berturut-turut, India Open 3 kali berturut-turut, dan banyak lagi yang lainnya--Capek ngitungnya.

Semoga saja tahun depan mereka meraih Emas olimpiade Tokyo, kemudian bisa peroleh predikat Juara dunia di tahun berikutnya, dan berikutnya lagi, lagi, dan lagi.


*Judul tulisan ini juga terinspirasi dari kolomnya mas Putra Permata Tegar Idaman di CNN Indonesia.

4 Komentar untuk "Super Kevin/Markus, Sang Raja yang masih Tanpa Mahkota"

  1. Suka banget sama kevin dan markus. Karena selain ganteng-ganteng he..he..😁, mereka juga mampu menujukan prestasi yang luar biasa. Semoga ke depannya mereka bisa segera dapat mahkota dan jadi raja yang sempurna.

    BalasHapus
  2. Ini nih produk PB Djarum, apa ini termasuk exploutasi anak hahaha

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel