Gayuk-Gayuk Tuna


Ini sungguh membingungkan. Bagaimana mulanya aku ada di sini? Aku curiga ini adalah ruang simulakra, entah maya atau nyata. Sebenarnya tidaklah penting, tetapi selalu membayangi pikiranku. Kau pasti tahu rasanya bukan?
Terus saja memikirkan sesuatu tak perlu, sedang kita tak kuasa untuk membuangnya berlalu.
Akan tetapi, peluh, lelah, kesah, kisah ini nyata adanya. Membayangi, merundung, membikin merinding, membuat gigil, kadang menggagalkan. Kau pasti juga tahu rasanya bukan?
Dibuat bingung akan hal yang membuat gamang, dan kita hanya bisa bergeming. 
Terlepas dari itu semua, bapak-ibu selalu berpesan untuk tetap berjalan terus, walau merayap, walau lambat. Sampai tiada lagi yang bisa aku perbuat.

Maka dari itulah, bukankah kau tadi lihat jalanku terhuyung menanjaki tapakan terjal yang sesekali memaksaku untuk berhenti sejenak menimba nafas itu?

‍‍‍‍Di pembatas jalan yang terlihat semu itu, jika kau melintas, juga akan terlihat rentetan jalan setapak penuh semak, yang sekilas terlihat seperti sungai kering ditelan kemarau.

Sedari tadi aku terus melewati setapak itu. Tatkala ada ruas jalan ganda,  aku pilih salah satunya. Jalan yang terpecah-pecah itu sepertinya memiliki satu ujung yang sama. Disini. Entah tapi, aku belum mencoba semuanya.

***

Nampaknya mentari yang telah lelah di ujung nadir akan segera berkelindan dengan malam, mencipta cakrawala jingga keunguan. Membuat ayam-ayam kampung berlomba pulang ke peraduan tuannya, atau mereka limbung tak tahu arah dan kemudian pasrah—barangkali.

Hmm... 

Sedang kita tidak seperti ayam, karena kita manusia. Dalam gelapnya malam, kita masih bisa terus merayap. Dalam dinginnya cuaca, hendaknya kita tetap bergerak. Dalam kebuntuan yang serupa belantara, kita masih bisa terus berharap. 

Mari beranjak!

2 Komentar untuk "Gayuk-Gayuk Tuna"

  1. Dalem bgt uw. Tp bener sih, kadang q juga gt.. Mikirin sesuatu yg ga perlu, tp ya gmn otak trus berimajinasi. Wkwkwk
    Bahagia selalu ya. Sehat2. Selamat tahun baru 2020

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat tahun baru juga kak. Terima kasih sudah berkunjung wkwkwkwk

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel