LDR


"LDR!" jawab sebuah lampu jalan sedikit membentak setelah saya hujani banyak pertanyaan beruntun.


Sudah sejak beberapa detik lalu memang saya berdiam di tepi jalan sambil memandangi lampu jalan yang pendar cahayanya berbaur dengan gerimis ini.

Sejak sepersekian detik memandangnya, memang saya mencoba mengajaknya berkomunikasi dengan menanyakan banyak hal berturut-turut, tentang apa yang membuatnya rutin menyala dikala temaram malam mulai datang; tentang mengapa ia senantiasa secara sukarela menyala begitu adanya tanpa siapapun peduli; tentang mengapa ia dengan sabar menunggu mentari tenggelam untuk menyala alih-alih menyala sepanjang waktu; tentang alasan-alasan apa yang menyebabkan ia menyala begitu adanya.

"Anak muda, LDR telah membuatku menjadi begini adanya. Menyala begitu saja dikala petang menjelang, sampai ufuk pagi menyirnakan jubah gelam malam," lanjutnya menegaskan.

"Anak muda, semestinya kau tahu belaka bahwa LDR juga membuatku tidak menyala pada waktu siang. Waktu ketika Sang Surya memendarkan nyala sinarnya yang menyalak berupa terik yang menerangi Semesta.

Anak muda, mestinya kau juga tahu bahwa segala sesuatu yang hidup hendaknya punya tujuan. Tujuan adalah kata paripurna yang hendaknya dicapai setiap yang hidup alih-alih sekadar terjebak kesenangan belaka. Kalau tujuanku menyala (baca: hidup), tentu untuk menerangi jalan di kala malam agar memudahkan sebangsamu ketika melintas. Dan apabila tiada seorangpun peduli, akupun lebih tidak peduli dengan itu. Karena aku hanya menjalankan tujuanku.

Tentang mengapa aku tidak menyala sepanjang waktu, selain karena LDR, aku juga tidak tertarik beradu nyala dengan mentari terik di waktu siang. Selain karena itu konyol, itu juga merupakan bentuk keserakahan yang sia-sia. Itu bukan tujuanku dan sekali lagi, aku hanya menjalankan tujuanku," tegas lampu jalan itu penuh keyakinan yang menghujamku layaknya gerimis yang membasahi ini.
.
"Anak muda, mestinya kau juga tahu belaka bahwa LDR yang membantuku adalah....."
.
"Light Dependent Resistor," ujar kami serentak yang seketika membuat kami sama-sama tergelak.



*Light Dependent Resistor atau disingkat dengan LDR adalah jenis Resistor yang nilai hambatan atau nilai resistansinya tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. Nilai Hambatan LDR akan menurun pada saat cahaya terang dan nilai Hambatannya akan menjadi tinggi jika dalam kondisi gelap. Dengan kata lain, fungsi LDR (Light Dependent Resistor) adalah untuk menghantarkan arus listrik jika menerima sejumlah intensitas cahaya (Kondisi Terang) dan menghambat arus listrik dalam kondisi gelap (teknikelektronika.com)

Belum ada Komentar untuk "LDR"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel